-
IP

Labels

Hosting Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Teknik Melintasi Turunan menggunakan Sepeda MTB


Melintasi turunan barangkali menjadi bagian paling menantang, paling menegangkan, paling memacu adrenalin, tetapi sekaligus paling menyenangkan dari kegiatan bersepeda MTB menyusuri alam liar. Akan tetapi, untuk menimakti kesenangan menyusuri turunan, apalagi yang ekstrem Anda harus menguasai teknik sepeda yang benar. Jika tidak, bisa saja petualangan Anda yang seru dengan sepeda MTB berakhir dengan tidak menyenangkan, bahkan berakhir di rumah sakit.
Bagaimana teknik melintasi turunan yang benar pada saat memeacu sepeda gunung ? Berikut ini tips untuk Anda.
  1. Jangan pernah lupa untuk memakai helm sepeda .
  2. Pastikan jari-jari selalu dalam posisi  di kedua tuas rem. Dengan demikian, Anda selalu dalam kondisi siaga untuk menurunkan kecepatan. Namun, tetaplah waspada dan hat-hati saat menggunakan rem sepeda. Jangan sampai Anda mengunci rem depan terlalu kuat karena dapat menyebabkan Anda kehilangan keseimbangan. Akibatnya, Anda dapat terlempar ke depan.
  3. Untuk membantu mengendalikan sepeda dan mendistribusikan berat badan sehingga lebih seimbang, Anda dapat melakukannya dengan cara menurunkan sadel sepeda . Hal ini sebaiknya dilakukan terutama pada beberapa turunan yang sangat curam. Anda sebaiknya mencondongkan tubuh sejauh mungkin ke belakang serta memanjangkan lengan sampai ke titik tempat sadel berada. Hal ini akan menghindarkan tubuh Anda terlempar ke depan dan Anda dengan mudah dapat melepaskan sepeda, lalu menjatuhkan diri ke belakang jika sesuatu terjadi ketika Anda sedang melintasi turunan tersebut.
  4. Selalulah mengendalikan kecepatan laju sepeda selama melintasi turunan. Hal lain yang harus Anda lakukan adalah menyeimbangkan distribusi berat tubuh. Berat tubuh yang terlalu banyak berada di depan dapat membuat Anda terlempar ke depan melewati stang sepeda (handlebar). Sebaliknya, berat tubuh yang terlalu banyak di bagian belakang bisa membuat ujung depan sepeda terangkat dan menyebabkan Anda terjengkang ke belakang. Mendistribusikan berat tubuh sesuai derajat kecuraman turunan dapat menjadi dara terbaik untuk menjaga keseimbangan ketika bersepeda.
  5. Lakukan pendaratan dengan tepat. Ada dua cara untuk mendarat, yaitu dropping in dan dropping off. Dropping in merupakan teknik mendarat menggunakan roda depan. Sementara itu, dropping off merupakan teknik mendarat dengan mengangkat roda depan, yang dilakukan sesaat sebelum melompat dari tepian serta mendarat menggunakan roda belakang.
Melintasi turunan, apalagi yang curam memang akan memberikan Anda sensasi yang sangat menyenangkan ketika bersepeda MTB. Akan tetapi, Anda harus melakukannya dengan sangat hati-hati. Selalu fokus pada jalur atau trek, mampu mendistribusikan berat tubuh sesuai kondisi turunan, menggunakan rem sepeda dengan teknik yang benar, menggunakan helm sepeda sesuai yang sesuai standar untuk pelindung kepala, dan selalu merusaha mengendalikan keseimbangan merupakan sejumlah faktor yang sangat menentukan keamanan Anda bersepeda ketika melewati jalur menurun, terutama turunan curam yang sarat bahaya.

Trik Gaya Wheelie dengan Sepeda Gunung


Kunci trik ada pada waktu yang tepat dan keseimbangan, dengan latihan tekun Anda akan bisa menguasainya. Sebaiknya gaya ini dicoba pada permukaan yang rata dan empuk seperti rumput dan di area luas terbuka.
  1. Pertama-tama, angkat roda depan untuk memulai wheelie. Anda perlu menggunakan berat badan untuk mengangkat roda depan dan bukan hanya menarik kedua lengan. Jadi mulai dengan mendekatkan dada ke gagang setang, lalu hentakkan dengan mengayunkan berat tubuh ke belakang ke balik pelana. Hal ini akan menyebabkan roda depan terangkat dari tanah. Berlatih terus sampai Anda mendapatkan waktu yang tepat dan mampu secara konsisten mengangkat roda depan 10-20 cm dari tanah tanpa pedal.

  2. Berikut, Anda perlu lanjut ke tendangan pedal, di mana Anda menyalurkan lebih banyak tenaga pada roda belakang untuk memaksa roda depan terangkat. Jadi sambil meluncur, pijakkan kaki dominan pada posisi sedemikian rupa hingga Anda bisa menendang ke bawah keras-keras pada pedal.

  3. Sekarang, semua tentang waktu. Anda perlu menekan ke bawah pada pedal segera setelah Anda mengayun bobot badan ke belakang, jadi sesaat sebelum kedua lengan menjadi lurus karena melempar beban ke belakang Anda perlu menekan pedal ke bawah. Ini adalah saat paling tepat untuk mengangkat roda depan ke udara.

  4. Sekarang Anda sudah mengangkat roda depan ke udara. Ada dua hal yang mungkin Anda perlu lakukan. Jika Anda merasa seakan mau jatuh ke belakang, Anda bisa mengerem roda belakang untuk menurunkan roda depan. Jika roda depan tidak naik cukup tinggi maka Anda bisa terus menekan pedal atau Anda bisa memindahkan berat badan lebih jauh lagi melewati roda belakang, jika keduanya tidak berhasil maka Anda mungkin perlu berlatih kapan waktu yang tepat menendang pedal.

  5. Keren. Jadi sekarang Anda bisa melakukan gaya wheelie. Sambil ber-wheelie Anda bisa menggunakan teknik pada langkah-langkah sebelumnya sampai Anda bisa terus ber-wheelie selama Anda suka.