-
IP

Labels

Hosting Indonesia

Sabtu, 07 September 2013

Komponen Sepeda Gunung dan Cara Pemeliharaannya

Apakah Anda sudah benar-benar memahami komponen sepeda gunung Anda dan bagaimana cara pemeliharaannya? Kali ini dapat mengetahui apa saja bagian-bagian sepeda gunung dan bagaimana cara pemeliharaannya.


Sepeda gunung atau biasa dikenal dengan (MTB) memiliki anatomi sebagaimana yang bisa Anda lihat di samping ini. Dengan mengenal komponen-komponen sepeda gunung ini di harapkan Anda lebih mudah dalam pemeliharaannya.



Inilah komponen sepeda gunung dan cara pemeliharaannya sebagaimana diuraikan zonasepeda.com berikut ini.



Diharapkan dengan uraian ini Anda mengetahui lebih mendalam bagian-bagian penting dari sepeda Anda sehingga jika ada masalah pada salah satu komponen sepeda Anda maka Anda dapat mengetahui dengan detail penyebab dan sekaligus bisa memperbaikinya.

Inilah anatomi sepeda gunung MTB
Handle Bar
Lebih dikenal dengan stang kemudi, pada MTB ada beberapa jenis Monkey bar, Rise bar dan Standart bar. Handle bar adalah kokpit sepeda kita, kontrol gigi transmisi, rem depan-belakang terdapat di handlebar ini. Pilihlah handle bar yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Top Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda bagian atas, Tips: Sesuaikan ukuran frame dengan tubuh anda

Down Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda, melitang dari HeadSet terhubung langsung dengan top Tube Seat, Stay dan Rumah BB (buttom Bracket)

Shifter
Grupsets (komponen) pemindah gigi tranmisi, berfungsi untuk menggerakan FD (front derailleur) dan RD (rear derailleur), Shifter yang beredar dipasaran untuk penggerak RD mencapai 9 – 10 speed, untuk Shifter FD biasanya hanya terdiri 2 – 3 speed.

Handgrip
Adalah pembungkus Handlebar (stang kemudi) berbahan karet/tape tergantung kebutuhan. Usahakan Handgrip tidak berputar pada handlebar saat kita berkendara, handgrip yang terlalu tebal atau terlalu tipis mengurangi kenyamanan kita dalam bersepeda.

Brake Lever
Tuas Rem (depan-belakang) posisikan Brake laver dengan benar sesuaikan dengan kenyamaan anda ketika bersepeda, usahakan jari tangan dapat meraih dengan mudah lever (tuas).

HeadSet
Bagian depan Frame yang didalamnya terdapat bearing dan komponen lainnya yang berfungsi untuk menghubungkan Fork(suspensi) depan dengan stem dan handlebar.

Stem
Merupakan bagian kokpit sepeda kita, berfungsi untuk menghubungkan handle bar – Headset dan Fork(suspensi) depan. Stem tersedia dalam beberapa ukuran untuk suspensi depan yang panjang (long travel) bentuk stem berbeda dengan stem standart, Tips: jika anda merasa stem anda terlalu panjang dan kita bersepeda terasa membungkuk anda bisa menggantinya dengan ukuran stem yang pendek.

Sadle
Sadel – tempat duduk pengemudi, untuk sepeda MTB biasanya berukuran lebih tebal dibandingkan dengan roadbike. Atur posisi Sadel supaya benar-benar lurus (horizontal), atur maju dan mundurnya sandel usahakan tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan hadle bar.
Tipstongueosisi yang tidak tepat akan mengakibatkan tidak nyaman kitika bersepeda pada kasus serius mengakibatkan cidera pinggang.

SeatPost
Dudukan Sadel (sadle) penghubung antara sadel dengan frame sepeda, posisi vertikal sesuaikan dengan kenyamanan anda. Tips:cobalah naik sepeda pada posisi berhenti, luruskan kaki anda hingga benar2 meraih pedal. Jika posisi kaki masih terlihat dan dirasa masih tidak lurus padahal posisi pedal sudah dibawah hal ini pertanda bahwa seatpost anda kurang tinggi. Aturlah seatpost hingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.

Seat Stay
Merupakan bagian belakang frame. Untuk MTB dual suspension Seat Stay biasanya berupa swingarms (lengan ayun) terhubung dengan frame menggunakan suspensi belakang.

Pedals
Kayuhan. Merupakan komponen memutar Buttom Bracket dan Crankset sehingga sepeda bisa bergerak (digerakan ketika kita mengayuh sepeda).

Crank Set
Komponen lengan yang menghubungkan pedals dengan chainrings.

Chain Ring
Merupakan komponen tranmisi gigi depan (biasanya terdiri dari 2 -3 Chain Rings). Berfungsi menghubungkan rantai dengan Crankset.

Chain
Rantai. Merupakan komponen yang sangat vital fungsinya karena inilah yang bertugas menghubungkan Crankset Chain Ring dengan komponen Roda belakang, sehingga sepeda dapat melaju.

Idler Pulley
Merupakan bagian dari Rear Derailleur (RD), berupa gir (gigi) kecil disertai tension (biasanya berupa per-pegas) yang berfungsi agar chain (rantai) tetep lurus dan tidak kendor.

Front Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi depan (chain rings). Lebih dikenal dengan istilah FD, terhubung langsung dengan Shifter.

Rear Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi belakang. Lebih dikenal dengan istilah RD, terhubung langsung dengan Shifter.

Rims
Merupakan komponen Wheelset (roda) lebih di kenal dengan Pelak (pelek) sepeda.

Tire
Ban. Terbuat dari karet, Tips:sesuaikan jenis dan ukuran ban dengan kebutuhan anda. Ukuran ban untuk jenis aspal (road) biasanya tapak kecil dan motif standart. Untuk ada yang menggemari offroad atau bahkan downhill pilihlah jenis ban dengan tapak lebar dan motif khusus full offroad.

Front Fork
Suspensi depan, Merupakan bagian sepeda yang berfungsi menghubungkan roda (whellset) depan dengan kemudi (handlebar). Fork yang beredar di pasaran tersedia berbagai jenis, merek dan ukuran. Tips:sesuaikanlah jenis dan ukuran fork dengan kebutuhan anda, untuk medan aspal gunakan fork dengan panjang travel standart, sedangkan untuk penggemar downhill biasanya menggunakan travel yang panjang.

Master Dishbrake
Merupakan komponen Brake (rem), merupakan rumah bagi kampas rem. Komponen ini berfungsi untuk menjepit dishbrake ketika kita melakukan pengereman.
Untuk jenis Brake konvensional (V-brake) komponen ini tidak ada fungsinya digantikan oleh brakepad.

DishBrake
Cakram, berupa piringan terhubung langsung dengan wheelset baik depan atau belakang. Untuk jenis V-brake komponen ini tidak ada.

Spokes
Jari-jari Roda, menghubungkan Hub dengan Rims (pelak).

Hub
Terletak ditengah roda disinilah jari-jari dan Rims (pelak) terhubung. Komponen didalamnya terdapat bearing (gotri).

Demikianlah Tips sederhana mengenal anatomi sepeda gunung , dengan bekal ini kita menjadi lebih tahu macam-macam komponen yang ada pada sepeda gunung kita.
sumber : 

http://hobi-balapsepeda.blogspot.com/2010/07/komponen-sepeda-gunung-dan-cara.htm
l

Jumat, 06 September 2013

Teknik Melintasi Turunan menggunakan Sepeda MTB


Melintasi turunan barangkali menjadi bagian paling menantang, paling menegangkan, paling memacu adrenalin, tetapi sekaligus paling menyenangkan dari kegiatan bersepeda MTB menyusuri alam liar. Akan tetapi, untuk menimakti kesenangan menyusuri turunan, apalagi yang ekstrem Anda harus menguasai teknik sepeda yang benar. Jika tidak, bisa saja petualangan Anda yang seru dengan sepeda MTB berakhir dengan tidak menyenangkan, bahkan berakhir di rumah sakit.
Bagaimana teknik melintasi turunan yang benar pada saat memeacu sepeda gunung ? Berikut ini tips untuk Anda.
  1. Jangan pernah lupa untuk memakai helm sepeda .
  2. Pastikan jari-jari selalu dalam posisi  di kedua tuas rem. Dengan demikian, Anda selalu dalam kondisi siaga untuk menurunkan kecepatan. Namun, tetaplah waspada dan hat-hati saat menggunakan rem sepeda. Jangan sampai Anda mengunci rem depan terlalu kuat karena dapat menyebabkan Anda kehilangan keseimbangan. Akibatnya, Anda dapat terlempar ke depan.
  3. Untuk membantu mengendalikan sepeda dan mendistribusikan berat badan sehingga lebih seimbang, Anda dapat melakukannya dengan cara menurunkan sadel sepeda . Hal ini sebaiknya dilakukan terutama pada beberapa turunan yang sangat curam. Anda sebaiknya mencondongkan tubuh sejauh mungkin ke belakang serta memanjangkan lengan sampai ke titik tempat sadel berada. Hal ini akan menghindarkan tubuh Anda terlempar ke depan dan Anda dengan mudah dapat melepaskan sepeda, lalu menjatuhkan diri ke belakang jika sesuatu terjadi ketika Anda sedang melintasi turunan tersebut.
  4. Selalulah mengendalikan kecepatan laju sepeda selama melintasi turunan. Hal lain yang harus Anda lakukan adalah menyeimbangkan distribusi berat tubuh. Berat tubuh yang terlalu banyak berada di depan dapat membuat Anda terlempar ke depan melewati stang sepeda (handlebar). Sebaliknya, berat tubuh yang terlalu banyak di bagian belakang bisa membuat ujung depan sepeda terangkat dan menyebabkan Anda terjengkang ke belakang. Mendistribusikan berat tubuh sesuai derajat kecuraman turunan dapat menjadi dara terbaik untuk menjaga keseimbangan ketika bersepeda.
  5. Lakukan pendaratan dengan tepat. Ada dua cara untuk mendarat, yaitu dropping in dan dropping off. Dropping in merupakan teknik mendarat menggunakan roda depan. Sementara itu, dropping off merupakan teknik mendarat dengan mengangkat roda depan, yang dilakukan sesaat sebelum melompat dari tepian serta mendarat menggunakan roda belakang.
Melintasi turunan, apalagi yang curam memang akan memberikan Anda sensasi yang sangat menyenangkan ketika bersepeda MTB. Akan tetapi, Anda harus melakukannya dengan sangat hati-hati. Selalu fokus pada jalur atau trek, mampu mendistribusikan berat tubuh sesuai kondisi turunan, menggunakan rem sepeda dengan teknik yang benar, menggunakan helm sepeda sesuai yang sesuai standar untuk pelindung kepala, dan selalu merusaha mengendalikan keseimbangan merupakan sejumlah faktor yang sangat menentukan keamanan Anda bersepeda ketika melewati jalur menurun, terutama turunan curam yang sarat bahaya.

Tips Memperbaiki Dan Merawat Rem (Brakes) Sepeda Gunung (MTB)

Rem (brakes) merupakan komponen yang sangat penting dalam bersepeda, sangat berbahaya jika kita bersepeda tanpa adanya komponen ini. Rem depan maupun belakang sepeda kita tentunya memerlukan perawatan sehingga dapat berfungsi dengan baik sehingga kita aman dan nyaman dalam bersepeda.



Rem sepeda model cakram dan V-Brake
Berikut kami coba memberikan Tips dan Trik langkah sederhana untuk memperbaiki dan merawat komponen Rem sepeda gunung anda. Siapkan Toolset, Pelumas dan Cairan pembersih, buku manual.
1. Periksa kampas rem sepeda anda, baik anda yang menggunakan tipe konvesional (V-brake) atau menggunakan tipe Disc brake (cakram).
- Untuk V-brake cek kampas rem baik depan dan belakang, pastikan ketebalan masih mencukupi dalam arti masih bisa menempel pada pelek (rims) sepeda anda jika tuas rem di tarik.
- Untuk Disc Brake (cakram) pastikan kampas rem anda baik depan ataupun belakang masih tebal dan masih bisa menempel pada cakram (disc) jika tuas rem (brake lavers) ditarik.
Baik V-Brake atau Disc Brake pastikan kampas rem dapat bergerak secara bersama pada saat di lakukan pengereman.

2. Jika mempunyai buku panduan cara melakukan perawatan brakes (rem) sepeda anda, buku panduan tersebut dapat di jadikan acuan untuk perawatan, jika tidak tidak usah kuatir karena pada perinsipnya rem dengan V-brake dan Disc brake tidak terlalu berbeda jauh.
- Untuk V-brake jika kampas rem masih tebal dan layak tapi rem tidak berfunsi dengan baik, hal tersebut bisa terjadi karena setingan knob pada tuas rem baik depan dan belakang yang terpasang di stang kemudi tidak diatur dengan benar.
Putur dan aturlah knob pengatur tarikan (kabel) baik depan dan belakang, sesuaikan dengan kebutuhan pengereman, usahakan ketika tuas di tarik tidak terlalu dalam (dekat dengan handlebar-kemudi) atau terlalu jauh.
Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan kampas dengan pelek (rims)
Untuk pengaturan knob brake levers (tuas rem) anda memerlukan tools standart dan tang untuk pengencang knob.
- Untuk Disc Brake jangan takut rusak meski terlihat lebih rumit tapi jika di lakukan dengan benar semuanya pasti berhasil. Disc brake ada dua macam dalam MTB sepeda gunung, ada yang masih menggunakan kabel ada yang sudah menggunakan hidrolis system (minyak rem).
Untuk yang masih menggunakan kabel (kawat) pastikan jika tuas rem di tarik master rem dapat bekerja dengan benar. Ketika Tuas di tarik otomatis master rem bekerja dengan menekan campas rem bagian dalam sehingga kampas rem menjepit disc brake (cakram). Jika kampas masih tebal dan rem tidak berfungsi dengan baik, bisa di coba dengan atur memutar kampas bagian luar sehingga terlihat lebih masuk (mendekati cakram).
Atur knob baik pada tuas rem dan  master rem, pastikan ketika tuas di tarik kampas menjepit cakram sempurna dan jarak tuas tidak terlalu dalam atau terlalu pendek  (jarak dengan handle bar (stang kemudi) jika di tarik (pengereman)
Lumasi kawat rem dengan semprotan pelumas yang banyak di jual, jangan terlalu banyak karena jika mengendap dan bercampur kotoran akan menggumpal. Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan antara kampas dan disc brake (cakram)
Untuk anda yang sudah menggunakan tipe hidrolik (minyak rem) pastikan minyak rem dalam kondisi selalu ada pada box master rem tuas (dekat handlebar) jika kosong segeralah isi dengan minyak rem standart yang banyak di jual.

Pastikan Jika tuas di tarik kampas dapat menekan disc (cakram) dengan sempurna. Sama halnya untuk setingan knob model kawat maupun hidrolis.
Tips : Jika kampas ada masih terlihat bagus dan tebal akan tetapi ketika di rem terdengar bunyi, bersihkan kampas dan cakram dengan menyemprotkan WD-40 atau dengan menggosok cakram dengan air sabun dan lap dengan kain bersih. Lakukan hingga bunyi hilang.

3. Untuk mengganti kampas rem yang sudah aus atau tipis siapakan kunci L dan peralatan standart lainnya.
Untuk melepas dan menggati model rem V-brakes sangat sederhana caranya, tekan kedua sisi dudukan kampas lepas kawat pengaitnya. Setelah dudukan lepas barulah lepas kampas rem dengan kunci L. Untuk mempermudah penggantian lepaslah dulu roda depan dan belakang anda.

Untuk Mengganti kampas rem model disc brake (cakram) siapakan toolset standart lepas roda depan dan belakang, lepaslah master rem sehingga anda dapat leluasa membongkar kampas rem (jika ada buku petunjuk produk master rem yang anda pakai ikutilah secara seksama).
Untuk disc brake dengan master rem hidrolis anda perlu sedikit ketelitian di sini, pastikan ketika melepas master dari cakram jangan sampai tuas rem tertekan, karena akan membuang percuma minyak rem pada box minyak. Ikuti buku petunjuk dengan seksama untuk penggantian campas rem. Rem dengan teknologi hidrolis sudah ada yang menggunakan piston (seperti sepeda motor cakram) piston ini berfungsi menekan kampas rem.
Rawatlah selalu kebersihan kampas rem anda, cek selelu kondisi tuas, kabel dan minyak rem. Jika sepeda gunung anda habis di pakai di medan offroad dan banyak kotoran yang menempel segeralah bersihkan.
Komponen sepeda yang terawat akan memberikan kenyamanan dan keamanan ketika bersepeda, happy cycling.

Trik Gaya Wheelie dengan Sepeda Gunung


Kunci trik ada pada waktu yang tepat dan keseimbangan, dengan latihan tekun Anda akan bisa menguasainya. Sebaiknya gaya ini dicoba pada permukaan yang rata dan empuk seperti rumput dan di area luas terbuka.
  1. Pertama-tama, angkat roda depan untuk memulai wheelie. Anda perlu menggunakan berat badan untuk mengangkat roda depan dan bukan hanya menarik kedua lengan. Jadi mulai dengan mendekatkan dada ke gagang setang, lalu hentakkan dengan mengayunkan berat tubuh ke belakang ke balik pelana. Hal ini akan menyebabkan roda depan terangkat dari tanah. Berlatih terus sampai Anda mendapatkan waktu yang tepat dan mampu secara konsisten mengangkat roda depan 10-20 cm dari tanah tanpa pedal.

  2. Berikut, Anda perlu lanjut ke tendangan pedal, di mana Anda menyalurkan lebih banyak tenaga pada roda belakang untuk memaksa roda depan terangkat. Jadi sambil meluncur, pijakkan kaki dominan pada posisi sedemikian rupa hingga Anda bisa menendang ke bawah keras-keras pada pedal.

  3. Sekarang, semua tentang waktu. Anda perlu menekan ke bawah pada pedal segera setelah Anda mengayun bobot badan ke belakang, jadi sesaat sebelum kedua lengan menjadi lurus karena melempar beban ke belakang Anda perlu menekan pedal ke bawah. Ini adalah saat paling tepat untuk mengangkat roda depan ke udara.

  4. Sekarang Anda sudah mengangkat roda depan ke udara. Ada dua hal yang mungkin Anda perlu lakukan. Jika Anda merasa seakan mau jatuh ke belakang, Anda bisa mengerem roda belakang untuk menurunkan roda depan. Jika roda depan tidak naik cukup tinggi maka Anda bisa terus menekan pedal atau Anda bisa memindahkan berat badan lebih jauh lagi melewati roda belakang, jika keduanya tidak berhasil maka Anda mungkin perlu berlatih kapan waktu yang tepat menendang pedal.

  5. Keren. Jadi sekarang Anda bisa melakukan gaya wheelie. Sambil ber-wheelie Anda bisa menggunakan teknik pada langkah-langkah sebelumnya sampai Anda bisa terus ber-wheelie selama Anda suka.

Tips Nanjak dan Tips Turun


Sepeda Gunung yang pasti sangat identik dengan kegiatan menanjak dan menuruni pebukitan. Berikut adalah tips aman untuk melakukan kedua hal tersebut.

Tips untuk menaklukan tanjakan. sebenarnya problem ini agak rumit namun gampang. Syarat utamanya adalah harus memiliki keseimbangan, kayuhan sepeda yang sempurna, kaki yang kuat dan gir sepeda dipasang pada posisi rendah.
Seni dan cara melewati tanjakan curam dapat digambarkan pada tiga ketrampilan teknik dasar:
(1) Posisi tubuh yang benar.
(2) Menjaga kayuhan.
(3) Mengetahui apa yang sebaiknya tidak boleh dilakukan.
Sekali kita menguasai dasarnya, tanjakan yang tidak mungkin bisa dilewati akan berubah menjadi mungkin.

Cara terbaik untuk dapat melewati tanjakan yang sangat curam adalah kita harus menguasai cara nanjak secara bungkuk. Berikut adalah aturan cara nanjak yang benar. Penting untuk kita menghemat tenaga jadi sebaiknya jangan sprint di bagian awal tanjakan. Gunakan gir yang sedang, tetap jaga kecepatan kita sepanjang bagian bawah dan di bagian mudah dari tanjakan itu. Ketika tanjakannya jadi semakin curam, ganti ke gir yang semakin rendah (enteng) dan gerakan tubuh kita, ke ujung depan saddle, tapi jangan terlalu jauh, jangan sampai ban belakang kita slip pada tiap kayuhan sepeda.

Pindahkan beban tubuh kita ke pinggang untuk menjaga sebanyak mungkin berat pada roda belakang, tanpa membuat roda depan kita terangkat. Pandanglah bagian atas tanjakan dan pilihlah jalur lintasan terbaik yang akan kita lewati. Hindarilah sebisa mungkin pada bagian yang berbatu dan terlalu becek. Dalam situasi traksi minimal, mengangkat tubuh kita dari saddle, biasanya jadi pertanda dari akhir genjotan dan dimulainya kayuhan pada tanjakan. Tetaplah dalam posisi bungkuk sampai kita sudah bisa melewati bagian yang paling curam dari tanjakan itu. Kesalahan kita sewaktu menanjak yang paling umum terjadi adalah memindahkan posisi tubuh ke depan waktu ban depan sudah melewati ujung tanjakan, padahal ban belakang masih dalam kondisi menanjak. Hal ini akan mengambil beban dari ban belakang ( yang masih di tanjakan) dan menghapus semua aktivitas tanjakan kita. Terpenting adalah untuk tidak menyerah! Kalau kebetulan kita keluar dari jalur yang seharusnya, usahakanlah bertahan dan cari jalan alternatif ke atas.

Ingat, kita tidak akan mempunyai tenaga yang sama banyaknya kalau kita sampai gagal menanjak dan harus mencoba untuk nanjak lagi.
Keluarkanlah semua tenaga kita untuk melewati tanjakan itu dengan cara yang nalar dan ilmiah.

Cara Menaklukan Turunan
Berikut adalah tips untuk menaklukan turunan. Yang pasti dalam melakukan turunan ini, sangat diperlukan sikap tanpa takut dan tanpa gugup. Karena sekali kita 'goyah' sudah dapat dipastikan akan terjatuh. Setiap orang memiliki ketakutannya sendiri, namun jika orang lain bisa melakukannya.. mengapa kita tidak?1. Ambil Posisi untuk Turunan
Langkah terpenting untuk selamat dari turunan curam, adalah dengan memindahkan berat badan ke arah ban belakang. Gerakan ini untuk memindahkan pusat berat badan kita ke ban belakang, sehingga jika kita menggunakan rem depan, sepeda yang kita kendarai tidak akan jumpalitan.Jangan ragu untuk berdiri diatas saddle sepeda. Lutut ditekuk, dan badan kita harus bungkuk di atas sepeda. Ini lah posisi turun yang benar. Membungkukkan badan di atas sepeda, agar supaya menjaga pusat berat kita di dalam batas aman, yang cukup buat roda depan supaya bisa stabil. Sekarang kita bisa bermanuver dan mengerem dengan tenang dan aman.
2. Coba Mengerem dengan Rem Depan
Memang agak repot untuk para pemula, karena mengerem dengan rem depan akan membuat para pemula goyah dan jatuh. Cuma mengandalkan rem belakang saja bisa merusak lintasan dan merusak turunan yang tadinya mudah untuk dituruni menjadi susah karena jadi ada jalur bekas rem. Coba latihan di turunan curam dengan posisi ini, dan setiap kali, gunakanlah lebih banyak rem depan, sampai benar-benar bisa mengerem dengan baik.

3. Mengendalikan Sepeda dengan Benar
Semua turunan yang curam pasti lurus, dan di bagian bawahnya akan ada jalan yang bisa dilewatin sehabis dari turunan. Tapi pada kenyataannya, semakin curam suatu turunan, maka semakin labil pula permukaannya. Jadi belajar untuk bermanuver dalam posisi tadi, adalah kunci keselamatan diri kita. Untuk melewati celah di turunan, pilih dimana jalur kita paling diagonal dari celah itu. 2 meter sebelum celah itu, lepas kedua rem. Nanti sepeda kita bakal terbang melewati celah itu. Segera! Tekan lagi rem depan, terus rem belakangnya, kalo yakin, kita sudah melewati celah itu.
Cara yang sama berlaku juga buat turunan model apa saja. Sepelan mungkin di turunan, lalu pas mau belok langsung lepas rem, dan tekan lagi remnya begitu sudah lewat belokannya. Selalu melatih kedua kegiatan ini bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Keberanian dan modal yang cukup akan membuat Anda merasa nyaman dengan hobi ini. 
Kepenatan Anda terhadap rutinitas pun akan cepat hilang jika sering melakukan hobi ekstrim seperti ini